Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Generasi Cerdas

beritaKUH- Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat persentase tertinggi sekolah dalam kondisi rusak di Indonesia, yakni mencapai 29,93 persen, berdasarkan data Kemendikdasmen.

Tak sedikit pula sekolah yang berada di wilayah rawan bencana, sehingga semakin meningkatkan risiko terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Yayasan Plan International Indonesia (Plan indonesia), ZAP Clinic, dan LEE Management bersama para figur publik d Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, serta ida Rhijnsberger mengikuti kegiatan Voluntrip di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 3-4 Februari 2026.

Kolaborasi lintas sektor dalam inisiatif sosial ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menghadirkan Brighter Change dan mendukung terwujudnya Generasi Cerdas Indonesia melalui aksi nyata di lapangan.

Para mitra dan figur publik mengunjungi dua sekolah dasar dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, mulai dari membantu renovasi ruang kelas, memperbaiki fasilitas belajar, membangun toilet ramah anak perempuan, hingga memberikan edukasi kesehatan dan sanitasi bagi siswa, guru, serta orang tua.

Managing Director Lee Management, Bucie Lee menyampaikan,”Kehadiran langsung di lapangan memberi ruang untuk belajar, mendengar, dan memahami realitas yang dihadapi anak-anak dan masyarakat.”

Joe Taslim mengungkapkan, “Ini kali kedua saya ikut trip relawan bersama Plan Indonesia, dan setiap kunjungan selalu membuka mata saya. Pengalaman ini yang terus mendorong saya untuk ikut terlibat, membantu menyuarakan isu ini, dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli agar perubahan yang kita harapkan benar-benar terjadi.”

Wulan Guritno mengatakan,”Bahwa sebagai seorang ibu dan perempuan yang berkarier, ia ingin melihat lebih banyak anak-anak perempuan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menimba ilmu dan berkembang.”

“Setidaknya saya ingin memastikan anak-anak itu kebutuhannya terakomodir, mereka sehat, mendapatkan pendidikan yang layak, merasa aman, dan punya kesempatan untuk meraih mimpi mereka. Kalau kita punya kesempatan untuk membantu, kenapa tidak kita ambil peran itu?” ujar Winky Wiryawan.

*Langkah sederhana seperti menyebarkan informasi yang benar, mendukung program sosial, atau terlibat dalam kegiatan komunitas dapat menjadi kontribusi nyata.” kata Kenes Andari.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan, “Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat pesan sekaligus menghadirkan aksi nyata,”

Inisiatif ini merupakan bagian dari program SAFE Schools Plan Indonesia yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak perempuan melalui penguatan fasilitas sanitasi, perlindungan anak, serta partisipasi aktif komunitas sekolah.

CBO ZAP Clinic, Syarif Assegaf, turut menegaskan, “Melalui program CSR ini, kami ingin berkontribusi lebih dari sekadar perbaikan fisik fasilitas pendidikan. Kami juga menghadirkan edukasi kesehatan dan sanitasi yang berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung Generasi Cerdas Indonesia.”

“Melalui semangat Ramadan for A Brighter Change, kami ingin memastikan bahwa aksi kebaikan untuk Indonesia Timur bukan hanya simbolis, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan anak-anak dan masyarakat, hari ini dan di masa depan,” tambah Syarif.

Para Voluntrip ini menegaskan sebagai wujud kolaborasi yang menghadirkan pengalaman langsung, pembelajaran bersama, serta memperluas kesadaran tentang pentingnya akses air bersih, sanitasi aman, dan pendidikan layak bagi perempuan dan anak di Indonesia.