beritaKUH- Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terus memperkuat komitmennya sebagai national flag carrier dalam memperkenalkan berbagai ciri khas dan ragam kekayaan Nusantara khususnya keragaman kuliner Indonesia di berbagai penerbangan.

Garuda Indonesia dengan memperkenalkan program “Garuda Rasa” yang merupakan wujud komitmen berkelanjutan Perusahaan untuk memperkenalkan menu kuliner khas berbagai daerah dari Aceh sampai Papua.
Terdapat 3 program dalam Garuda Rasa ini yaitu Signature Indonesia Dish (Hidangan Nusantara), Thematic Local Dish (Hidangan Khas Daerah), dan Local Snack (Kudapan Nusantara) yang nantinya akan disesuaikan dengan rute dan durasi penerbangan.
Signature Indonesian Dish yang secara bertahap mulai diperkenalkan adalah Menu Khas Sumatera, Bali dan Jawa pada rute Jakarta – Singapura dan Jakarta – Denpasar.
Inflight meals yang juga turut diperkenalkan pada rute Jakarta – Amsterdam pp di Business Class adalah “Nasi Kapau” yang mulai disajikan pada penumpang penerbangan GA 88 rute Jakarta – Amsterdam pada hari Minggu (23/6).
Menu “Nasi Padang” juga turut dihadirkan pada penerbangan kembali dari Amsterdam menuju ke Jakarta melalui penerbangan GA 89. Kedepannya ragam menu khas Nusantara ini juga akan turut diperkenalkan pada beberapa rute internasional lainnya.
Sebelumnya memperkenalkan Thematic Local Dish khas Kalimantan seperti Lontong Banjar, Ketupat Kandangan, Nasi Kuning Samarinda, dan sebagainya dengan total 12 menu yang dirotasi setiap periode pada penerbangan dari dan menuju Balikpapan sejak 15 Juni 2024.
“Program “Garuda Rasa” tersebut merupakan wujud komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam mendukung pengembangan kuliner khas nasional dengan memperkenalkan berbagai makanan daerah dalam penerbangan Garuda Indonesia baik pada penerbangan domestik maupun internasional.” ujar Irfan Setiaputra Direktur Utama Garuda Indonesia.
“Merupakan komitmen berkelanjutan bagi kami di Garuda Indonesia membawa berbagai ciri khas terbaik bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan kebudayaan, pariwisata, kuliner, hingga produk-produk kreatif,” jelas Irfan.






























