beritaKUH- Indonesia Marketing Associations (IMA) mengadakan sharing session bertajuk Kiat Sukses Pemenang IMA UMKM Award – Apa Kunci Utamanya?
Bagi yang ingin memperluas wawasannya dalam menjalankan bisnis. Mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan anggota IMA dari berbagai chapter di Indonesia, para peserta berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yaitu untuk membuka cakrawala baru dalam berbisnis.

Sejak awal sesi dimulai, antusiasme para peserta sudah terlihat. Melalui layar masing-masing, mereka menyimak dengan saksama berbagai cerita dan praktik terbaik yang dibagikan oleh dua pelaku UMKM inspiratif yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang IMA UMKM Award 2025.
Melalui kisah perjalanan usaha, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang mereka temukan, sesi ini menjadi ruang berbagi yang bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang ingin terus mengembangkan usahanya.
Direktur Eksektutif IMA, Yulian Warman, mengatakan, “Produk berkualitas tinggi merupakan fondasi penting dalam berbisnis. Namun, agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan, pelaku UMKM juga perlu meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan nilai produknya secara jelas, relevan, dan meyakinkan di mata pasar sebagai salah satu kunci penting untuk agar bisnis terus berkembang.”
Direktur UMKM IMA Pusat, Ida RM Sigalingging, menyebutkan, “Melalui penyelenggaraan IMA UMKM Award, kita dapat melihat bahwa UMKM yang bertumbuh tidak hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga yang siap belajar, beradaptasi, dan membangun sistem dan strategi komunikasi pemasaran yang lebih solid.”
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, dua UMKM Inspiratif membagikan pengalamannya di dalam program yang diselenggarakan pada Kamis (12/3) tersebut mengenai kiat-kiat dalam menjalankan bisnisnya hingga berhasil meraih predikat juara dalam penyelenggaraan IMA UMKM Award, yaitu Owner Embun818, Anggi Bitho Lokmanto, dan Founder Pilar Indonesia, Indra Wardhani.
Dari Hidroponik jadi Petani yang Sukses
Owner Embun818, Anggi Bitho Lokmanto, mulai mengembangkan usaha budidaya hidroponik setelah memutuskan kembali ke kampung halamannya di Karanganyar, Jawa Tengah pada 2018.
Usaha tersebut dirintis dari nol dengan modal yang sangat terbatas, sekitar Rp500 ribu, bahkan menggunakan styrofoam sebagai media tanam.
Melalui proses trial and error, Anggi perlahan menemukan metode budidaya yang tepat dan mulai memproduksi sayuran hidroponik seperti kangkung dan pakcoy.
Ia kemudian memperkenalkan Embun818 sebagai merek sekaligus platform bisnisnya yang berfungsi menghubungkan petani mitra dengan kebutuhan pasar melalui konsep agregator.
Melalui Embun818, Anggi tidak hanya memproduksi sayuran hidroponik, tetapi juga membangun ekosistem kerja sama dengan petani mitra.
Hasil panen kemudian dipasarkan ke berbagai segmen konsumen, mulai dari pasar tradisional, hotel dan restoran, hingga pembeli individu yang membutuhkan sayuran segar dan berkualitas.
“Kami ingin menghadirkan sayuran segar dan sehat yang dipanen pada pagi hari dan langsung dikirim pada hari yang sama, sehingga sampai ke meja makan konsumen dalam kondisi terbaik,” ungkapnya.
Salah satunya adalah partisipasinya dalam ajang IMA UMKM Award, yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan dari mentor berpengalaman dalam bidang bisnis dan pemasaran.
Anggi mengaku bahwa tujuan awalnya mengikuti program tersebut bukanlah untuk meraih gelar juara, melainkan untuk memperoleh pengetahuan dan strategi dalam mengembangkan bisnis secara lebih terarah.
Namun selama mengikuti program tersebut, Anggi merasakan berbagai perkembangan positif dalam usahanya.
Pada tahun 2025, omzet usaha yang dijalankan Anggi tercatat meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan setelah meraih predikat juara dalam IMA UMKM Award, jumlah pesanan yang diterima meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Ia pun berharap pengalaman yang ia bagikan dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya.
Cerita Pilar Indonesia Kembangkan Pariwisata Berbasis Komunitas
Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman yang mumpuni, Indra Wardhani memulai inisiatif bisnis pariwisata berbasis komunitas di Lombok, Indonesia pada Januari 2018 melalui sebuah inisiatif bernama Pilar Indonesia.
Pilar Indonesia di Lombok dengan membangun kemitraan yang erat bersama masyarakat setempat.
“Dengan modal awal Rp100 juta, saya mulai membangun destinasi ekowisata berbasis masyarakat di Lombok, termasuk di Desa Wisata Bonjeruk dan Desa Wisata Lantan. Masyarakat di sana menjadi sumber daya utama dalam pengembangan Pilar Indonesia,” ujar perempuan lulusan Master of Business Administration dari INTI International University, Malaysia tersebut.
Pada tahap awal pengembangannya, Indra menginisiasi program penguatan kapasitas bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Indra bersama Pilar Indonesia membangun pemahaman masyarakat mengenai berbagai pilar pengembangan desa ekowisata agar mereka mampu menjadi penggerak utama dalam mengelola, mengembangkan, serta mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya.
Indra juga mengembangkan usaha ekspor kerajinan anyaman rotan. Di sisi lain, pengembangan Desa Wisata Bonjeruk pun menunjukkan hasil yang signifikan dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 60 ribu wisatawan setiap tahunnya.
Menurutnya, dengan memiliki entrepreneurial mindset, pelaku UMKM perlu mampu menciptakan inovasi yang menghadirkan konsep unik sekaligus memberikan nilai nyata bagi masyarakat maupun investor.
Berkat berbagai upaya tersebut, Pilar Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang IMA UMKM Award 2025 dan berhasil meraih Juara 1 untuk kategori Wisata, sekaligus melanjutkan langkah ke kompetisi di tingkat internasional.
IMA UMKM Award 2026 untuk UMKM Indonesia
Pembinaan dan pengembangan UMKM menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional.
Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai lebih dari 65 juta unit dan tersebar di berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga teknologi digital.
Diproyeksikan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) secara Nasional mencapai 60,5% dengan menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia.
IMA UMKM Award menjadi inisiatif yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan oleh IMA guna mendukung program pemerintah untuk dapat mengembangkan UMKM agar mampu bersaing hingga ke kancah internasional.
“Kita harus menjaga UMKM di Indonesia agar dapat tumbuh guna mendorong perekonomian di Indonesia.” ujar Erik Hidayat selaku Vice President UMKM IMA.






























