LAB INDONESIA 2026 HADIRKAN INOVASI DAN KOLABORASI GLOBAL

beritaKUH- Menjelang penyelenggaraan kembali pameran dua tahunan Lab Indonesia, laboratorium semakin dipandang sebagai infrastruktur ilmiah yang krusial dalam mendukung riset, inovasi, serta pengembangan industri di berbagai sektor.

Lab Indonesia 2026 kembali digelar pada 15–17 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness.”

Memasuki edisi ke-8, Lab Indonesia telah berkembang menjadi pameran industri laboratorium di Indonesia yang mencakup sektor produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah.

Perkembangan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri teknologi laboratorium global, yang diperkirakan meningkat dari USD 258,71 miliar pada 2023 menjadi sekitar USD 468,15 miliar pada 2032.

Menargetkan lebih dari 300 perusahaan exhibitor serta sekitar 15.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri.

Selain itu, empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia juga dijadwalkan berpartisipasi, diikuti oleh perusahaan-perusahaan ternama dari 16 negara/wilayah.

Kristi Wulandari, Deputy Event Director dari PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara Lab Indonesia 2026, mengatakan,”Kami optimis terhadap penyelenggaraan tahun ini, terutama dengan perpindahan lokasi ke ICE BSD City yang memungkinkan peningkatan skala partisipasi industri.”

“Kami sebagai peserta hadir dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium yang lebih tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Saptogiri, selaku Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo.

Selain Wiralab, sekitar 53% peserta loyal telah menyatakan minat untuk kembali berpartisipasi pada Lab Indonesia 2026, menunjukkan bahwa pameran ini dipandang sebagai platform strategis untuk menjangkau pasar laboratorium di Indonesia.

Komposisi peserta pameran juga menunjukkan dominasi perusahaan yang bergerak di bidang laboratory instruments dan scientific equipment, yang menjadi peran penting dalam teknologi laboratorium modern.

Pada 2024, program business matching mempertemukan lebih dari 150 buyers dengan para peserta pameran dan menghasilkan lebih dari 720 pertemuan bisnis.

Selain menghadirkan berbagai perusahaan teknologi laboratorium global, Lab Indonesia 2026 juga akan menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan industri, regulator, serta komunitas ilmiah untuk membahas arah perkembangan laboratorium di Indonesia.

“Peran strategis HKI dalam sertifikasi kompetensi, menjembatani kolaborasi, dan standardisasi metode. Selain itu, kolaborasi antara industri dan akademisi serta dukungan media menjadi kunci dalam menjadikan laboratorium kimia sebagai pusat inovasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Afrizal, selaku Ketua HKI Jakarta

Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) juga turut menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan platform pameran Lab Indonesia sebagai ajang rutin dua tahunan.

Sejumlah fasilitas layanan free shuttle menuju ICE BSD City yang tersedia di Stasiun Rawa Buntu, Serpong – Tangerang Selatan; Citywalk Lippo Cikarang, Bekasi; Living Plaza Jababeka, Bekasi; Resinda Park Mall, Karawang; Botani Square, Bogor; Pulogadung Trade Centre, Jakarta Timur; Swiss-Belinn Modern Cikande, Serang – Banten.